Seminari Pius XII Kisol histudy
  • Home
  • Tentang Kami
    • Sambutan
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Fasilitas
    • Profil Formator
    • Mars Sanpio
  • SMP
    • Profil
    • Berita
    • Kegiatan
  • SMA
    • Profil
    • Berita
    • Kegiatan
  • Asrama
  • Program
    • Aktivitas
    • Kalender Akademik
  • Berita
    • Umum
    • Penelitian
    • Pendidikan
    • Budaya
    • Opini
  • Hubungi Kami
Seminari Pius XII Kisol histudy

Selamat datang di Seminari Pius XII Kisol

  • admin@seminaripiusxii.sch.id
  • +1-202-555-0174
  • Home
  • Tentang Kami
    • Sambutan
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Fasilitas
    • Profil Formator
    • Mars Sanpio
  • SMP
    • Profil
    • Berita
    • Kegiatan
  • SMA
    • Profil
    • Berita
    • Kegiatan
  • Asrama
  • Program
    • Aktivitas
    • Kalender Akademik
  • Berita
    • Umum
    • Penelitian
    • Pendidikan
    • Budaya
    • Opini
  • Hubungi Kami
Sosial Media
blog banner background shape images
  • admin
  • October 9, 2025

Mengenang Pater Leo Perik, SVD dalam Ekaristi, Merawat Kenangan melalui Pentas Seni

  • 454 Views
  • No Comments
  • Berita,Pendidikan,Sma,Smp,Umum
Mengenang Pater Leo Perik, SVD dalam Ekaristi, Merawat Kenangan melalui Pentas Seni

Desembrus Juven

9 Oktober 2025

Seminari Pius XII Kisol – Dalam rangka mengenang Sang Fundator tercinta Pater Leo Perik, SVD, komunitas Seminari Pius XII Kisol mengadakan misa kudus dan acara pentas seni yang diadakan di Kapela dan aula Seminari Pius XII Kisol pada Minggu, 5 Oktober 2025. Misa kudus yang dipimpin oleh RD. Milin Kowa ini dirayakan bersama RD. Ardus dan RP. Gordi, SX sebagai imam konselebran. Misa ini dihadiri oleh seluruh anggota komunitas dan dimeriahkan oleh kor dari siswa-siswa kelas X SMA. Acara pentas seni yang dilaksanakan di aula Seminari Kisol dimulai tepat pukul 10.30 WITA. Pentas seni ini tidak hanya melibatkan anggota komunitas, tetapi juga oleh sekolah-sekolah mitra yang turut diundang untuk memeriahkan event tahunan ini.

Menjadi Pelayan Berhati Hamba

            Dalam kotbahnya, RD. Ardus Tanis menyampaikan bahwa selama 45 tahun berada di Seminari Kisol, Pater Leo Perik, SVD telah menunjukkan totalitas yang luar biasa. Ia adalah seorang hamba sejati. Ia melayani tanpa pamrih dengan kesederhanaannya yang khas. “Seingat saya beliau hanya punya 2 baju batik, berwarna biru dan coklat. Ia baru memakai baju batik ketika dia merayakan pancawindu imamatnya. Beliau juga selalu menggunakan sandal sepatu, bukannya sepatu pantofel yang lumrah pada zaman itu. Ia sungguh menampilkan kesederhanaanya. Meski jasanya yang luar biasa besar, Pater Leo tidak pernah meminta sesuatu dari seminari. Ia tak pernah berhenti memberi dan juga tak pernah menuntut. Inilah teladan besar yang diwariskannya kepada kita”, kenang RD Ardus.

            Pater Leo adalah contoh seorang pelayan yang berhati hamba. Ia melayani tanpa mengharapkan imbalan. Pelayanannya sangat tulus meskipun ada banyak tantangan yang Ia hadapi. “Konteks bacaan injil hari ini sangat erat kaitannya dengan kehidupan Pater Leo Perik. Dalam injil, Tuhan mengajak kita untuk melayani dengan tulus hati meskipun tidak ada kata terima kasih ataupun tidak dihargai. Prinsipnya adalah orang yang melayani dengan tulus berarti dia tidak akan mengharapakan imbalan, sehingga ketika pelayanannya tidak dihargai atau tidak mendapatkan kata terima kasih, ia tetap bahagia sebab ia telah melayani. Baginya melayani adalah sebuah keharusan bukan pilihan apalagi pilih-pilah.

 RD. Ardus mengajak para seminaris dan semua umat untuk bisa menjadi pelayan yang berhati hamba. Dengan kata lain, dia mengajak agar semua anggota komunitas Sanpio memiliki kualitas hati yang melayani dengan sepenuh hati. “Tuhan bilang kita adalah hamba-hamba yang tidak berguna dan hal ini telah ditunjukkan oleh Pater Leo Perik dalam karya pelayanannya untuk seminari ini. Ia sunguh menggambarkan dan menunjukkan sabda yang telah Tuhan berikan untuk kita semua di hari ini”, jelas RD. Ardus. Di akhir kotbahhya, RD. Ardus menegaskan kepada para seminaris bahwa teladan-teladan injili dari Pater Leo Perik merupakan warisan emas yang mesti selalu dihidupi dan senantiasa diwariskan ke generasi-generasi berikutnya. Bukan hanya itu, beliau juga menambahkan bahwa bukan hanya teladan Pater Leo yang perlu dihidupi tetapi juga segala teladan baik dari para pendahulu.

Merawat Kenangan dalam Pentas Seni

            Misa berakhir tepat pukul 08.00 WITA. Para seminaris beranjak ke kamar makannya masing-masing untuk menyantap sarapan pagi. Raut wajah dan situasi hati para seminaris begitu bahagia sebab mereka merayakan hari seorang Fundator Sanpio, P. Leo Perik, SVD. Mereka dengan bangga mengatakan bahwa mereka adalah putra-putra kebanggan Pater Leo Perik, sehingga mereka menyandang dirinya masing-masing dengan sebutan Perik’s son. “saya begitu bangga menjadi bagian dari seminari ini. Tidak pernah terbayangkan bahwa saya bisa berada sampai pada titik ini. Butuh perjuangan yang panjang dan ekstra untuk bisa menjadi Perik’s son. Saya bisa berada sampai pada tahap akhir ini karena teladan dan warisan yang telah diberikan Pater Leo melalui kelima aspek pembinaan para seminaris. Bagi saya itu adalah motivasi dan berkat untuk perjalanan panggilan saya”, terang Andri Jelau, siswa Kelas XII dengan penuh bahagia.

Tepat pukul 10.30 WITA, acara pentas seni dimulai. Acara ini bertempatkan di aula Seminari Pius XII Kisol dan dihadiri oleh sekolah-sekolah mitra yang telah diundang. Dalam sambutannya, RD Ardus kembali mempertegas kotbahnya dalam perayaan Ekaristi bahwa warisan-warisan baik dari para pendahulu secara khusus Pater Leo Perik, SVD mesti selalu dijaga dan dipelihara. Warisan-warisan itulah yang akan dan sedang kita hidupi dan tunjukkan dalam agenda-agenda acara pada hari ini. Acara-acara yang ditampilkan bukan hanya sebagai arena untuk menunjukkan bakat dan potensi yang kita miliki, melainkan lebih dari itu sebagai wadah bagi kita untuk menyalurkan berkat Tuhan bagi sesama. “Pater Leo telah mendedikasikan dirinya bagi seminari ini dengan ketulusan dan kesederhanaannya, maka kita juga mesti kembali dan selalu merajut benang-benang kasih itu melalui bakat dan kemampuan yang kita miliki masing-masing. Ini adalah kesempatan, maka manfaatkan kesempatan ini sebagai berkat dengan baik”, terang RD. Ardus. Di akhir sambutannya, RD. Ardus kemudian membuka secara resmi seluruh agenda pentas seni dan acara puncak esok harinya dengan pukulan microphone. Gemuruh tepuk tangan audiens menandakan euforia yang luar biasa dalam event tahun ini.

            Masing-masing utusan sekolah mitra membawakan acara dengan kemeriahan dan kemegahannya. Mereka mau menunjukkan bahwa mereka adalah generasi penerus bangsa yang punya potensi untuk masa depan Gereja dan bangsa. Melalui drama musikal yang ditampilkan putra-putri SMP Rosa Mistika misalnya, mereka mau mengajak para audiens bahwa setiap orang itu punya bakat dan kemampuannya masing-masing. Kekurangan yang dimiliki oleh seseorang itu bukan untuk dijadikan sebagai bahan candaan, melainkan mesti menjadi kesempatan untuk saling mendukung dan melengkapi. Dengan itu, kekurangan akan menjadi saluran berkat bagi kita semua. Suster Valentia, CIJ begitu bangga melihat putera-puterinya bisa tampil di panggug seminari Kisol. Baginya ini adalah berkat dan awal yang baik bagi putera-puterinya untuk mampu membangun kerja sama dan menggali berbagai potensi yang dimiliki. “saya begitu bangga dan bahagia melihat penampilan dari anak-anak saya. Semoga kedepannya seminari Kisol senantiasa menjadi mitra yang baik bagi sekolah kami terutama anak-anak kami. Seminari Kisol itu luar biasa, sehingga bangga sekali bisa menjadi bagian dari lembaga pendidikan yang sudah mendunia ini”, terang suster Valentia, CIJ.

Adapun agenda pentas seni ini dihadiri dan dimeriahkan oleh beberapa sekolah mitra seperti SMP Santo Yosef Kisol, SMP Stanislaus Borong, SMPN 1 Borong dan SMP Rosa Mistika. Pentas seni yang berakhir pukul 13.00 WITA ini berjalan dengan lancar. Seusai pentas seni, agenda dilanjutkan dengan makan siang bersama lalu dilanjutkan dengan persiapan stan-stan untuk gelar karya pada hari puncak, Senin 6 Oktober 2025. “Saya sangat senang bisa ikut serta dalam agenda seperti ini. Setidaknya bila saya tidak merasakan saat-saat bersama Pater Leo, saya bisa merasakan spiritnya yang masih menyala melalui agenda-agenda kolaboratif seperti yang sudah kita adakan hari ini”, terang Garly Janu, seorang siswa kelas XI SMAS Seminari Kisol. Dalam refleksinya, rumah peristirahatan terakhir Pater Leo mungkin sederhana, namun di tanah congka sae ini, rumah megahnya masih berdiri teguh hingga saat ini. Rumah itu adalah tempat tunas-tunas bangsa dan Gereja bertumbuh subur dan tempat di mana jejak-jejak injili Pater Leo senantiasa hidup selama-lamanya.

Editor: RD. Milin Kowa

#ekaristi#haripaterleo#pentasseni#sanpio#SeminariPiusXIIKisol

0 Comments

Add Your Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Berita Terkait

Mengelola Stress dengan Manajemen Waktu: Talk Show Seputar Penelitian Siswa Kelas XI SMA Seminari Pius…
Read Article
Mengukir Karya : Sanpio Adakan  Perlombaaan Akademis dalam Rangka Menyambut Hari Pater Leo Perik, SVD
Read Article
Memeriahkan BKSN Tahun 2025 dan Peringatan Hari Pater Leo, Kelas VIII SMP Seminari Pius XII Kisol…
Read Article
Footer Logo
Footer Dark Mode Logo

Temukan banyak update dan konten menarik lainnya di sosial media kami

Tautan Cepat
  • Hubungi Kami
Jelajahi
  • Tentang Kami
  • Kegiatan
  • Berita
  • Kalender Akademik
Kontak
  • Telepon: 406555-0120
  • E-mail: admin@seminaripiusxii.sch.id

Lokasi

  • Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kec. Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur

©2025. All rights reserved.