
Kisol_ Dalam rangka mengenang hari Pater Leo, Seminari Pius XII Kisol mengadakan aneka perlombaan pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Perlombaan ini dilaksanakan langsung di aula Seminari Pius XII Kisol dan diikuti oleh seluruh anggota komunitas. Jenis-jenis perlombaannya adalah pembuatan video kreatif anti korupsi dan anti perundungan oleh siswa kelas X SMA dan lomba paduan suara oleh siswa kelas IX SMP. Selain dua perlombaan ini, ada juga presentasi mading oleh rumpun IPS kelas XII. Kegiatan-kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam menghidupi spirit scientia (pengetahuan) di tengah kehidupan para seminaris sebab mengenang P. Leo Perik, SVD berarti mengenang salah satu spirit yang dihidupinya, yakni scientia.

Ibu Reni Lagur, selaku ketua panitia perlombaan dalam sambutan pembukanya menyampaikan bahwa seperti halnya Pater Leo, para seminaris mesti selalu mengukir karya yang baik bagi diri dan sesama. Beliau berpesan bahwa sebagai generasi muda, para seminaris adalah tonggak penegak bangsa dan Gereja di masa yang akan datang. Untuk itulah pengabdian total perlu dilaksanakan dengan tak henti-hentinya berkarya. “Melalui perlombaan-perlombaan seperti ini kita diwadahi untuk berkarya seluas-luasnya dan melalui kegiatan ini pula kita diharapkan agar senantiasa siap untuk karya-karya yang lebih besar di masa yang akan datang”, ujar Ibu Reni.
Setelahnya, RD. Ardus selaku Kepala SMAS Seminari Kisol memberikan beberapa peneguhan. Beliau menyampaikan bahwa dari awal berdirinya seminari Pius XII Kisol ini, Pater Leo dan para pendahulu telah mewariskan tradisi-tradisi baik bagi para seminaris. Kegiatan perlombaan yang diadakan hari ini pun merupakan salah satu tradisi positif yang tetap hidup dalam kehidupan seminari. Beliau menegaskan bahwa tradisi-tradisi baik inilah yang mesti dihidupi. “Tugas kita adalah menjaga dan mewariskannya kepada generasi-generasi yang akan datang. Kegiatan perlombaan yang kita lakukan merupakan pagian dari pewarisan tradisi-tradisi baik ini”, jelas RD. Ardus.

Pada akhir peneguhannya, Romo Ardus menyampaikan limpah terima kasih kepada para panitia dan siswa yang telah ber-andil besar dalam menyukseskan hari Pater Leo ini. Beliau juga mengaharapkan agar kegiatan seperti ini mesti terus berlanjut sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
Setelah kata sambutannya, kegiatan dibuka secara resmi tepat pukul 10.00 WITA. Kegiatan dimulai dengan perlombaan video kreatif anti korupsi dan anti perundungan oleh siswa kelas X SMA dan lomba paduan suara dari siswa kelas IX SMP. Perlombaan video kreatif merupakan inovasi baru. Pada tahun-tahun sebelumnya, perlombaan yang dilaksanakan berupa lomba pembuatan mading, namun melihat perkembangan teknologi yang pesat, media perlombaan digeser menuju pembuatan video kreatif. Meski demikian, poin-poin yang disampaikan tetaplah sama. Korupsi dan perundungan bukanlah tindakan yang dapat dibenarkan seperti apapun alasannya.

Setelah kedua perlombaan usai, agenda dilanjutkan dengan presentasi mading oleh Rumpun IPS kelas XII. Adapaun tema yang diusung pada mading ini adalah pelajar dan pendidikan sosial politik. Siswa-siswa kelas XII mengangkat isu-isu yang sedang buming di tengah polemik politik Indonesia saat ini seperti, aksi demonstrasi, semangat pemuda, korupsi, dan isu-isu penting lainnya. Isu-isu penting ini kemudian menjadi materi dari tulisan-tulisan mading mereka. Presentasi inipun menjadi salah satu agenda baru yang dikhususkan bagi kelas XII serta menjadi salah satu persembahan akademik mereka sebelum meninggalkan seminari.
Seluruh agenda kemudian ditutup dengan evaluasi bersama dan pembacaan poin sementara. Kegiatan-kegiatan ini tentu sangat bermanfaat bagi para seminaris. Dari tahun ke tahun kegiatan-kegiatan akademik seperti inlah yang telah menjadi roh bagi kehidupan scientia di Seminari Pius XII Kisol. Namun yang perlu diingat adalah semua hal baik ini adalah karya dan warisan indah dari sang fundator tercinta Pater Leo Perik, SVD. (Desembrus Juven/red)
0 Comments