Suasana halaman tengah Seminari Pius XII Kisol tampak berbeda pada Senin pagi (05/10). Halaman tengah tampak lebih ramai. Komunitas Seminari Pius XII Kisol diadakan misa peringatan fundator Seminari Pius XII Kisol, yaitu Pater Leo Perik. Misa dihadiri oleh semua formator, dengan konselebran utama RD. Ferry Warman, Praeses Seminari Pius XII Kisol.
Misa peringatan Pater Leo pada tahun ini memang lebih sederhana, dampak dari gempa Flores 15 Agustus kemarin. Misa tidak dihadiri oleh seluruh anggota komunitas Seminari Pius XII Kisol. Hal ini dikarenakan siswa SMP kelas VII dan VIII yang masih harus berada di rumah akibat asrama yang rusak. Namun, hal ini tidak mematahkan semangat anggota Seminari Pius XII Kisol yang lainnya untuk berpartisipasi. Siswa yang hadir adalah seluruh siswa SMAS Seminari Pius XII Kisol dan siswa SMP kelas 9. Para guru serta beberapa karyawan juga turut hadir dalam misa peringatan Pater Leo Perik.
Sebelum misa pagi, para seminaris melaksanakan doa pagi yang diawali denga lagu Roh Kudus. Doa pagi dimulai saat lonceng sanpio mulai berdentang pada pukul 05:30 WITA. Sehabis doa pagi, misa dimulai dengan dinyanyikannya lagu pembuka yang dibawakan oleh koor sanpio 67 dengan judul ”Mari masuk rumah Tuhan”. Koor dibawakan dengan baik dan merdu. Suara-suara dari para saudara SANPIO 67 menambah suasana agung dari perayaan ekaristi pagi ini.
Dalam Kotbahnya, RD. Ferry Warman mengenang pengalamannya berada bersama dengan Pater Leo Perik. Ia menceritakan bagaimana dirinya dulu dirawat oleh Pater Leo Perik dengan penuh perhatian dikala sakit. Menurut Romo Ferry, kita belajar tentang kepedulian terhadap sesama yang menderita dari Pater Leo. Misa berakhir pada pukul 06:45 dengan lagu “puji dan syukur” dari koor SANPIO 67.
Lenon Huwa
0 Comments