KISOL (3 November 2026) – Wujud cinta kasih terhadap almamater kembali ditunjukkan melalui inisiatif mandiri seorang alumni yang meluncurkan dan mendonasikan hasil penjualan buku pribadinya. Sebagai kepedulian pada almamater, Profesor Alexander Jemadu menyumbangkan semua hasil penjualan bukunya pada Seminari Pius XII Kisol. Profesor Alexander Jemadu adalah salah satu alumni Seminari Pius XII Kisol yang menjadi salah satu Pemikir Strategis Hubungan Internasional di Indonesia. Ia menjadi dosen di Universitas Pelita Harapan, sampai ia meraih gelar guru besar di sana. Prof. Alexander Jemadu menerbitkan buku Modernitas, Agama, dan Peradaban: Mengungat Banalitas Teori Hubungan Internasional.
Langkah mulia ini didedikasikan sepenuhnya untuk mendukung percepatan rehabilitasi gedung Seminari Menengah Pius XII Kisol yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 7.7 pada 15 Agustus 2026 serta rangkaian gempa susulan setelahnya. Dana dari hasil penjualan karya literasi yang terinisiasi pada saat launching buku Kamis 22 Oktober 2026 tersebut kini telah diserahkan kepada pihak pengelola seminari untuk dialokasikan langsung pada pemulihan fisik bangunan. Bantuan ini sangat membantu kelancaran perbaikan dinding struktural, ruang kelas, dan asrama agar para seminaris dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.
Menanggapi aksi solidaritas ini, Praeses Seminari Pius XII Kisol RD. Ferry H. Warman menyampaikan apresiasi dan pesan mendalam. “Apa yang dibuat oleh Profesor Aleks merupakan insight penuh makna. Ini inspirasi yang sungguh bernas, sekaligus memberikan motivasi bagi banyak orang teristimewa para alumni dan para seminaris. Donasi yang ada sangat berguna untuk proses renovasi bangunan seminari yang rusak pasca gempa 15 Agustus 2026 dan gempa susulan setelahnya,” ungkapnya.
Inisiatif pribadi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi alumni lintas angkatan untuk turut serta dan mengambil bagian dalam upaya rehabilitasi Sanpio Pasca Gempa 2026. Melalui sinergi dan uluran tangan bersama, proses pemulihan infrastruktur asrama dan sekolah Seminari Kisol diyakini dapat segera rampung demi keberlangsungan pembinaan generasi penerus.
0 Comments