Seminari Pius XII Kisol histudy
  • Home
  • Tentang Kami
    • Sambutan
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Fasilitas
    • Profil Formator
    • Mars Sanpio
  • SMP
    • Profil
    • Berita
    • Kegiatan
  • SMA
    • Profil
    • Berita
    • Kegiatan
  • Asrama
  • Program
    • Aktivitas
    • Kalender Akademik
  • Berita
    • Umum
    • Penelitian
    • Pendidikan
    • Budaya
    • Opini
  • Hubungi Kami
Seminari Pius XII Kisol histudy

Selamat datang di Seminari Pius XII Kisol

  • admin@seminaripiusxii.sch.id
  • +1-202-555-0174
  • Home
  • Tentang Kami
    • Sambutan
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Fasilitas
    • Profil Formator
    • Mars Sanpio
  • SMP
    • Profil
    • Berita
    • Kegiatan
  • SMA
    • Profil
    • Berita
    • Kegiatan
  • Asrama
  • Program
    • Aktivitas
    • Kalender Akademik
  • Berita
    • Umum
    • Penelitian
    • Pendidikan
    • Budaya
    • Opini
  • Hubungi Kami
Sosial Media
blog banner background shape images
  • Rein Pondang
  • August 7, 2026

Gotong Royong Menyambut FLS 2026: Ratusan Siswa Bersihkan Gua Maria

  • 52 Views
  • No Comments
  • Uncategorized

Gua Maria Nenu Riwu kembali menjadi pusat perhatian menjelang pelaksanaan Festival Lembah Sanpio (FLS) edisi ketiga Tahun 2026. Setelah dua kali menjadi lokasi puncak prosesi akbar Patung Bunda Maria Segala Bangsa sejak FLS pertama pada 2024, kawasan ziarah ini kini menjadi salah satu destinasi paling penting dalam rangkaian festival tahunan tersebut.

Sebagai lokasi yang akan kembali menyambut ribuan peziarah dan pengunjung, kebersihan kawasan Gua Maria Nenu Riwu menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, Paroki St. Yoseph Kisol kembali menggelar kerja bakti pembersihan kawasan gua pada Kamis (6/8/2026) sebagai bagian dari persiapan menyambut Festival Lembah Sanpio edisi ketiga.

Kegiatan ini melibatkan dua lembaga pendidikan di bawah naungan Paroki St. Yoseph Kisol, yakni SMA Seminari Pius XII Kisol dan SMAN 6 Kota Komba. Ratusan siswa bersama para guru dari kedua sekolah bergotong royong membersihkan kawasan gua serta memperbaiki akses menuju lokasi ziarah.

Menapaki Keindahan Nenu Riwu

Tepat pukul 08.00 WITA, rombongan dari kedua sekolah memulai perjalanan dari lokasi masing-masing. Para siswa membawa berbagai peralatan kerja seperti sabit, sapu lidi, sekop, dan ember. Sebagian peserta diantar menggunakan mobil Colt Diesel karena membawa perlengkapan dalam jumlah banyak, sementara sebagian besar memilih berjalan kaki.

Perjalanan menuju Gua Maria Nenu Riwu bukanlah perjalanan yang ringan. Dari dataran Kambe menuju kawasan gua dibutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit dengan berjalan kaki. Jalan yang berbatu, menanjak, dan cukup terjal menjadi tantangan tersendiri. Bahkan kendaraan pun harus bergerak perlahan melewati medan tersebut.

Namun, perjalanan yang cukup melelahkan tidak mengurangi semangat para peserta. Sepanjang perjalanan terdengar gelak tawa, canda, dan percakapan hangat yang mengiringi langkah mereka. Bunyi sabit yang beradu dan ember yang bergemerincing menjadi irama sederhana yang menemani semangat gotong royong menuju Nenu Riwu.

Sekitar pukul 08.30 WITA rombongan tiba di lokasi. Sebelum memulai pekerjaan, para siswa diberi kesempatan istirahat sejenak. Waktu singkat itu dimanfaatkan untuk menikmati keindahan alam yang mengelilingi kawasan gua.

Nenu Riwu tidak hanya dikenal sebagai salah satu gua Maria di Paroki Kisol, tetapi juga karena pesona alamnya. Deretan pohon mahoni yang menjulang tinggi di sepanjang jalan menuju puncak menghadirkan suasana teduh dan sejuk. Dari puncak gua, hamparan Lembah Kisol terbentang luas, menawarkan panorama yang memanjakan mata.

Keindahan kawasan ini semakin lengkap dengan deretan armida Jalan Salib yang dibangun di sepanjang jalur menuju gua. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Perhentian XIII, yang menampilkan patung Bunda Maria yang sedang memangku jenazah Yesus setelah diturunkan dari salib. Ornamen tersebut menjadi daya tarik sekaligus memperkuat nuansa religius kawasan ziarah ini.

Keindahan itu meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Salah seorang siswa SMA Seminari Pius XII Kisol, Bayu Balmiopar, mengaku bangga dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. “Bagi saya, ini adalah sebuah kebanggaan. Nenu Riwu bukan hanya tempat ziarah, tetapi juga tempat di mana keindahan yang benar-benar bisa dinikmati,” ujarnya.

Belajar Gotong Royong Melalui Aksi Nyata

Setelah istirahat selama sekitar 15 menit, kerja bakti dimulai pada pukul 08.45 WITA. Pekerjaan bagian ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama bertugas membersihkan rumput dan semak di sepanjang jalan menuju gua menggunakan sabit dan sapu lidi. Kelompok kedua mengangkut pasir menuju puncak gua sebagai bahan pembangunan jalan setapak.

Para guru yang hadir tidak hanya sekedar mengawasi, tetapi juga ikut bekerja bersama para siswa. Berkat kerja sama dan semangat gotong royong, seluruh pekerjaan selesai diselesaikan sekitar pukul 10.00 WITA. Usai bekerja, seluruh peserta berkumpul di puncak gua untuk beristirahat sambil menikmati makanan ringan dan minuman yang disediakan oleh Paroki St. Yoseph Kisol.

Pada kesempatan itu, Kepala Kepala SMAN 6 Kota Komba, Bapak Frumen Hemat, mengapresiasi keterlibatan seluruh peserta. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk pembelajaran yang tidak diperoleh di ruang kelas. “Hari ini bukan hari libur. Kita tetap bersekolah, tetapi melalui aksi nyata. Hari ini kita belajar literasi gotong royong dan semangat kolaborasi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala SMA Seminari Pius XII Kisol, RD Milin Kowa, menilai kegiatan bersama seperti ini menjadi ruang yang baik untuk mempererat hubungan antarsiswa dari kedua sekolah. “Melalui kegiatan seperti ini, siswa Seminari dapat mengenal siswa-siswi SMAN 6, begitu pula sebaliknya. Dari sini kita membangun persahabatan dan hubungan yang lebih luas,” tuturnya.

Sebelum meninggalkan lokasi, para siswa kembali melakukan pembersihan akhir dengan memungut seluruh sisa sampah makanan agar kawasan gua tetap bersih dan nyaman. Sekitar pukul 11.30 WITA seluruh rombongan kembali ke sekolah masing-masing dengan membawa pengalaman yang berkesan.

 Afgan Jerahu, siswa SMA Seminari Pius XII Kisol, mengaku kelelahan yang dirasakan selama kegiatan terbayar oleh pengalaman kebersamaan yang diperoleh. “Saya sangat menikmati hari ini. Meski cukup melelahkan, semuanya terbayar lewat kebersamaan yang kami rasakan,” katanya. Kerja bakti tersebut bukan sekadar persiapan fisik menjelang Festival Lembah Sanpio, melainkan juga menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kolaborasi.

Juven Desembrus

0 Comments

Add Your Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Berita Terkait

Sambut Siswa Baru, SMPS Seminari Kisol Adakan MPLS Ramah Anak
Read Article
Awali Tahun Ajaran Baru, SMPS-SMAS Seminari Pius XII Kisol Gelar Misa Bersama
Read Article
Hari Puncak MPLS: Pengenalan Komunitas, Aturan, dan Bakat
Read Article
Footer Logo
Footer Dark Mode Logo

Temukan banyak update dan konten menarik lainnya di sosial media kami

Tautan Cepat
  • Hubungi Kami
Jelajahi
  • Tentang Kami
  • Kegiatan
  • Berita
  • Kalender Akademik
Kontak
  • Telepon: 406555-0120
  • E-mail: admin@seminaripiusxii.sch.id

Lokasi

  • Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kec. Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur

©2025. All rights reserved.