Seminari Pius XII Kisol histudy
  • Home
  • Tentang Kami
    • Sambutan
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Fasilitas
    • Profil Formator
    • Mars Sanpio
  • SMP
    • Profil
    • Berita
    • Kegiatan
  • SMA
    • Profil
    • Berita
    • Kegiatan
  • Asrama
  • Program
    • Aktivitas
    • Kalender Akademik
  • Berita
    • Umum
    • Penelitian
    • Pendidikan
    • Budaya
    • Opini
  • Hubungi Kami
Seminari Pius XII Kisol histudy

Selamat datang di Seminari Pius XII Kisol

  • admin@seminaripiusxii.sch.id
  • +1-202-555-0174
  • Home
  • Tentang Kami
    • Sambutan
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Fasilitas
    • Profil Formator
    • Mars Sanpio
  • SMP
    • Profil
    • Berita
    • Kegiatan
  • SMA
    • Profil
    • Berita
    • Kegiatan
  • Asrama
  • Program
    • Aktivitas
    • Kalender Akademik
  • Berita
    • Umum
    • Penelitian
    • Pendidikan
    • Budaya
    • Opini
  • Hubungi Kami
Sosial Media
blog banner background shape images
  • Rein Pondang
  • August 24, 2026

Adaptasi Darurat Pasca-Gempa: Aktivitas Akademik Seminari Pius XII Kisol Bergeser ke Ruang Terbuka

  • 257 Views
  • No Comments
  • Berita,Sma,Smp,Umum,Uncategorized

Dalam kondisi darurat gempa, SMAS Seminari PIUS XII Kisol menyesuaikan mekanisme pembelajaran. Jika sebelumnya pembelajaran dilakukan secara normal melalui tatap muka, maka di tengah situasi khusus ini Semimari Pius XII Kisol menetapkan kebijakan sekolah jarak jauh. Kebijakan ini dikhususkan untuk semua siswa SMP beserta kelas X dan XI SMA. Sementara kelas XII tetap menjalankan pembelajaran tatap muka di tenda yang sudah disiapkan secara khusus oleh pemerintah dan Sekolah.

Sejak Selasa (18/08), para siswa disarankan untuk kembali ke rumah masing-masing. RD. Ferry Warman, Preases Seminari Pius XII Kisol, menguraikan keselamatan, kenyamanan, dan kesehatan siswa sebagai alasan pulang ke rumah masing-masing. “Fasilitas asrama banyak mengalami kerusakan. Aktivitas pembelajaran dan pembinaan tampaknya tidak akan nyaman dan berjalan dengan baik. Semuanya pasti akan dipenuhi dengan rasa takut juga cemas”, tukas Imam Keuskupan Ruteng tersebut. Namun, ia memberi catatan bahwa kebijakan memulangkan siswa tidak berarti seminari melepas tanggung jawab atas segala proses pembinaan para seminaris. Kebijakan ini lebih kepada pertimbangan keselamatan, kesehatan, dan juga kenyamanan para seminaris di tengah situasi gempa ini. Selain itu, siswa yang keluarganya terdampak gempa bumi tidak dianjurkan untuk pulang ke rumah. Seminari tetap memberi keleluasaan bagi para siswa untuk menjalankan formasi dalam komunitas bersama kelas XII. “Siswa kelas XII bersama 9 siswa yang memilih untuk tetap tinggal di seminari berada di bawah tanggung jawab sepenuhnya Seminari Pius XII Kisol. Mereka semua dipastikan aman dan nyaman bersama para guru dan formator yang bertugas di Sanpio, sehingga orang tua tidak perlu takut dan cemas dengan keberadaan mereka di lembaga ini”, jelas RD. Ferry Warman.

Untuk itu, SMAS Seminari Pius XII Kisol mensiasati mekanisme pembelajaran selama kondisi darurat gempa bumi. Selama masa darurat gempa, Sekolah membagi dua kelompok siswa, yakni kelompok Kelas XII serta Kelompok Kelas XI dan kelas X. Untuk Kelas XII, proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka di luar ruangan kelas. Khusus untuk Kelas XII, materi pembelajaran lebih berfokus pada persiapan Test Kemampuan Akademik (TKA) pada Oktober nanti.

Sementara untuk kelas XI dan X, Proses pembelajaran terbagi dalam dua blok, yakni blok pertama dan blok kedua. Sistem ini disusun melalui juknis yang telah ditetapkan oleh sekolah. Fokus perhatian dari para guru mata pelajaran pada blok pertama adalah hanya memberikan materi pembelajaran. Sementara itu, para guru mata pelajaran pada blok kedua diwajibkan hanya untuk memberikan tugas kepada siswa. Sistem blok ini dilakukan satu minggu bergantian. Dengan kata lain, jika pada minggu pertama fokus blok pertama adalah tugas, maka pada minggu kedua selama sepekan fokus mereka adalah pada penjelasan materi. Materinya itu bisa berupa pendalaman tugas yang sudah diberikan pada minggu pertama atau tergantung dari modul yang sudah dibuatkan oleh guru mata Pelajaran bersangkutan. Begitupun sebaliknya dengan sistem yang dibuat pada blok kedua”, jelas Pa Yudi selaku Wakasek Kurikulum SMAS Seminari Pius XII Kisol. Mekanisme ini dibuat berdasarkan pengalaman sekolah daring di masa Covid-19 dan dilaksanakan melalui Zoom, What’s group, atau Email. Materi yang diberikan merupakan materi-materi esensial yang sudah dipetakan oleh masing-masing guru mata Pelajaran.

Sistem pembelajaran jarak jauh untuk kelas XI dan X dimulai pada Jumaat (21/08). RD. Milin Kowa, Kepala SMAS Seminari Pius XII Kisol, menjelaskan pentingnya kenyamanan siswa dalam proses pembelajaran. “Pada prinsipnya, mekanisme ini bertujuan untuk membantu siswa terus dalam belajar. Tugas-tugas yang diberikan juga hendaknya memperhatikan aspek psikologis siswa. Jangan sampai kita membebankan mereka dengan banyak tuntutan. Sementara mereka masih mengalami trauma, takut, dan cemas dengan situasi yang sedang berlangsung ini. Pada intinya sekolah tetap berusaha untuk memberikan kenyamanan dengan tanpa memberikan tekanan kepada para Siswa”, tukas RD. Milin Kowa. Ia melanjutkan bahwa mekanisme ini juga menjadi bagian dari perhatian Sekolah kepada para siswa, agar kontinuitas pembelajaran tidak terputus selama masa darurat gempa bumi.

Titin Murni, Guru Fisika SMAS Seminari Pius XII Kisol, membagikan pengalaman mengajar selama masa darurat gempa ini. Pembelajaran dalam darurat gempa ini, menurutnya, tidak berbeda dengan pembelajaran pada masa Covid-19. “Untuk pembelajaran Fisika, saya hanya men-share materi dan tugas via What’s group”, tukasnya kepada redaksi. Ia juga mengakui bahwa proses pendampingan hanya seadanya dan tidak total, terutama karena kendala jaringan.

Pada tempat lain, Glen Minta, Siswa Kelas XI, mengutarakan dinamika pembelajaran selama darurat gempa. Baginya, sistem pembelajaran jarak jauh memang tidak bisa mengantikan pembelajaran tatap muka. Namun, pembelajaran jarak jauh menjadi satu-satunya cara terbaik selama masa darurat gempa bumi. “Saya berusaha menyesuaikan aturan di rumah dengan aturan di Seminari, supaya semangat belajar terus terjaga. Saya memodifikasi aturan sedikit lebih fleksibel sesuai dengan situasi gempa sekarang”, tukas semianris asal Labuan Bajo ini.

#sanpio#SeminariPiusXIIKisol

0 Comments

Add Your Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Berita Terkait

Satu Dinding Sejuta Inspirasi: Workshop Jurnalistik bersama Klub Baca Petra
Read Article
Romo Ardus, Selamat Berjuang di Tanah Misi yang Baru
Read Article
Gotong Royong Menyambut FLS 2026: Ratusan Siswa Bersihkan Gua Maria
Read Article
Footer Logo
Footer Dark Mode Logo

Temukan banyak update dan konten menarik lainnya di sosial media kami

Tautan Cepat
  • Hubungi Kami
Jelajahi
  • Tentang Kami
  • Kegiatan
  • Berita
  • Kalender Akademik
Kontak
  • Telepon: 406555-0120
  • E-mail: admin@seminaripiusxii.sch.id

Lokasi

  • Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kec. Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur

©2025. All rights reserved.