Kisol, Manggarai Timur — Semangat sportivitas mulai terasa di Pendopo Seminari Pius XII Kisol (SANPIO) pada Selasa, 4 Agustus 2026. Bertempat di jantung kompleks seminari yang teduh, panitia Festival Lembah Sanpio (FLS) 2026 sekaligus Pesta Family ke-71 SANPIO menggelar Technical Meeting Turnamen Sepak Bola Antar Sekolah Dasar (SD). Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WITA ini dihadiri oleh para utusan dari sepuluh SD undangan, menandai babak baru dari turnamen bergengsi yang kembali digelar setelah edisi perdananya pada FLS 2024 silam.
Antusiasme Tinggi dari Sekolah Undangan
Ruang pertemuan tampak dipenuhi wajah-wajah antusias. Para utusan sekolah datang dengan semangat tinggi menyambut babak kedua dari turnamen yang telah dinanti sejak dua tahun lalu. Selain para delegasi sekolah, hadir pula sejumlah tokoh penting: Ketua Pelaksana FLS 2026, RD Feliks Edu; Koordinator Seksi Sekretariat FLS 2026, RD Milin Kowa; para frater TOP SANPIO; mantan kapten Persematim (Persatuan Sepak Bola Manggarai Timur), Apri Roja yang akrab disapa Rojo; Inspektur Pertandingan Fransiskus Bela; serta perwakilan dari seksi-seksi terkait lainnya.
Acara dipandu oleh moderator Fr. Epeng Miki, dengan doa pembuka dan penutup dipimpin oleh Fr. Ren Setiawan. Rangkaian acara berjalan runtut, mulai dari sambutan awal, perkenalan utusan sekolah, penarikan lotre, pemaparan regulasi pertandingan, hingga pengumpulan uang pendaftaran sebesar Rp 100.000 per sekolah.
Turnamen Sebagai Ajang Pencarian Bakat
Salah satu sosok yang turut mewarnai pertemuan ini adalah Apri Roja, yang akrab disapa Rojo. Mantan kapten Team Persematim di ETMC Ende ini didapuk sebagai koordinator wasit dalam kepanitiaan turnamen. Dalam kesempatan tersebut, Rojo menyampaikan pandangannya bahwa turnamen semacam ini merupakan ajang pencarian bakat yang paling efektif bagi pemain-pemain muda berbakat di Manggarai Timur. Ia berharap dari kompetisi ini kelak lahir pemain-pemain yang mampu memperkuat Persematim, bahkan menembus Liga 1, hingga membela Tim Nasional Indonesia. Harapan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa turnamen tingkat sekolah dasar ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan juga fondasi awal bagi pembinaan sepak bola usia dini di daerah tersebut.
Pesan Sportivitas dari Ketua Pelaksana
Dalam sambutannya, RD Feliks Edu menegaskan bahwa nilai sportivitas harus tetap dijunjung tinggi di tengah pertandingan yang diprediksi akan berlangsung sengit. Pesan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh peserta bahwa di balik semangat kompetisi, kebersamaan dan sikap saling menghargai antar sekolah tetap menjadi ruh utama dari turnamen ini.
RD Feliks juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada RD Milin Kowa yang telah berupaya mencari serta menemukan donatur bagi terselenggaranya turnamen ini. Dukungan donatur, dr. Christin Soe, disebut sangat membantu di tengah situasi efisiensi anggaran yang tengah diberlakukan baik oleh Pemerintah Republik Indonesia maupun Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur. Kehadiran donatur ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pengembangan olahraga di kalangan pelajar masih terus hidup di tengah keterbatasan.
Hasil Penarikan Lotre: Sepuluh Sekolah Terbagi Menjadi Dua Grup
Momen yang paling dinantikan dalam pertemuan ini adalah penarikan lotre untuk menentukan pembagian grup. Hasilnya, sepuluh sekolah dasar peserta terbagi ke dalam dua grup sebagai berikut: Grup A mencakup SDN Kisol, SDI Nangarawa, SDK Rende, SDK Waepoang, dan SDN Waekutung. Sementara Grup B terdiri dari SDI Marukure, SDI Lindi Tanggo, SDI Lekolui, SDN Jere Mbapo, dan SDI Leke.

Pembagian ini pun disambut riuh oleh para utusan sekolah yang hadir, sekaligus membuka babak strategi bagi masing-masing tim untuk mempersiapkan diri
menghadapi lawan-lawan di fase grup.
Total Hadiah Capai Jutaan Rupiah
Sebagai bentuk apresiasi bagi para peserta yang berjuang di lapangan, panitia menyiapkan total hadiah yang cukup menggiurkan bagi turnamen tingkat sekolah dasar. Juara diambil dari peringkat I hingga IV, dengan rincian sebagai berikut:
- Juara I: Rp 2.000.000 + Piala + Medali
- Juara II: Rp 1.500.000 + Piala + Medali
- Juara III: Rp 1.000.000
- Juara IV: Rp 750.000
Selain hadiah juara umum, panitia juga menyediakan penghargaan individu bagi para pemain berprestasi:
- Pemain Terbaik: Rp 200.000 + Piala Penghargaan
- Top Skor: Rp 150.000 + Piala Penghargaan
- Kiper Terbaik: Rp 150.000 + Piala Penghargaan
Besaran hadiah ini diharapkan mampu memacu semangat juang para pemain cilik untuk tampil maksimal, sekaligus menjadi bentuk apresiasi panitia terhadap kerja keras dan dedikasi setiap peserta.
Menyongsong Turnamen Kedua yang Lebih Meriah
Turnamen sepak bola antar SD ini merupakan gelaran kedua setelah sukses diselenggarakan pertama kali pada Festival Lembah Sanpio 2024. Pada edisi perdana tersebut, gelar juara berhasil direbut oleh SDI Marukure, yang kini kembali ambil bagian sebagai wakil Grup B dan otomatis menyandang status juara bertahan. Kehadiran SDI Marukure di turnamen kali ini pun menambah bumbu persaingan tersendiri, sebab sekolah-sekolah lain tentu tak ingin gelar juara kembali direbut oleh tim yang sama. Dengan pengalaman dari penyelenggaraan sebelumnya, panitia FLS 2026 optimistis turnamen kali ini akan berjalan lebih matang, baik dari sisi regulasi, pengelolaan pertandingan, maupun antusiasme penonton.
Pertemuan teknis ini ditutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh utusan sekolah yang telah hadir, dilanjutkan dengan doa penutup oleh Fr. Ren Setiawan, dan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai penanda kekompakan seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan Turnamen Sepak Bola Antar SD FLS 2026.
Dengan semangat kebersamaan yang telah terbangun sejak Technical Meeting ini, publik kini menantikan laga-laga seru yang akan tersaji di lapangan hijau Seminari Pius XII Kisol dari tanggal 20 sampai 23 Agustus mendatang. Turnamen ini bukan hanya ajang adu keterampilan bermain bola, tetapi juga wadah menumbuhkan semangat sportivitas dan persaudaraan antar generasi muda di Manggarai Timur. (Epeng Miki).
0 Comments