Hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) semakin intensif dan mendalam. Fokus utama pada hari kedua ini adalah karakter siswa. Para peserta dikenalkan dengan potensi diri, gerakan pencegahan perundungan, anti korupsi, literasi digital, dan kegiatan ekstrakulikuler di SMAS Seminari Pius XII Kisol.
Sejak Pukul 08.00, para Siswa Kelas X sudah berkumpul di Ruang Rekreasi Asrama SMAS Seminari Pius XII Kisol. Materi pertama pada MPLS hari kedua ini adalah Potensi diri. Materi ini diberikan oleh Ibu Seravina E. Ratna, Guru Bimbingan Konseling SMA Seminari Pius XII Kisol. Pada materi ini, peserta MPLS diajak untuk mengenal potensi diri secara mendalam. Materi ini ditutup dengan survei karakter, untuk bisa memahami karakter peserta MPLS secara komperhensif.
Selain potensi diri, Peserta MPLS juga mendapatkan materi Pencegahan Perundungan dan Anti Korupsi. Ibu Reni Lagur, Guru PKN SMAS Seminari Pius XII Kisol, mengajak semua peserta MPLS untuk berhenti melakukan perundungan terhadap teman. Selain itu, ia menerangkan gerakan anti korupsi kepada peserta. Untuk membentuk komitmen bersama, para peserta kemudian diwajibkan untuk menandatangani gerakan anti perundungan dan anti korupsi pada banner.
Selepas itu, para peserta MPLS juga dibekali dengan literasi digital. Bapak Roni Haryanto, Guru Informatika, menjadi pemateri literasi digital ini. Dalam pemaparan, Ia menjelaskan seputar etika penggunaan media sosial. Baginya, literasi digital sangat penting untuk pengunaan media sosial.
Para peserta MPLS juga dikenalkan dengan kegiatan ekstrakulikuler di SMAS Seminari Pius XII Kisol. Bapak Kristo Ningka, Guru Bahasa Inggris, bekerja sama dengan Bapak Barno Resi, Guru Bahasa Indonesia, untuk mengedukasi seputar kegiatan ekstrakulikuler di SMAS Seminari Pius XII Kisol.
Pada bagian akhir, Fr. Adven Ladjar, penanggung jawab Asrama SMA Seminari Pius XII Kisol, mengakui bahwa pendidikan karakter sangat penting bagi peserta MPLS. ”Menurut saya, mereka harus mengenal potensi diri. Juga, penting juga membina karakter anti korupsi dan literasi digital sejak dini”, tukas biarawan SVD tersebut.
0 Comments